Baterai Tahan Api Smartphone Masa Depan

Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestShare on Tumblr

Baterai tahan api adalah baterai yang sedang dikembangkan oleh para ilmuan di berbagai pelosok dunia. Apa alasannya? Hal ini dikarenakan banyaknya laporan tentang smartphone yang meledak dan telah menelan korban jiwa. Contoh saya beberapa waktu lalu, di Filipina, seorang wanita harus mengalami luka bakar karena baterai smartphonenya meledak ketika dia melakukan pengisian daya baterai sembari mendengarkan musik dan chating di media sosialnya. Kasus kedua datang dari China. Seorang pramugrari dikabarkan tewas ketika menelepon seseorang pada saat pengisian baterai. Penggunaan penggunaan program secara bersamaan disaat pengisian baterai inilah yang kadang membuat smartphone bekerja dengan berat dan mengakibatkan ledakan.


Selain karena faktor keselamatan itu sendiri, perkembangan baterai terbaru terus digalakkan mengingat kebutuhan pengguna akan kinerja smartphone yang cepat, efisien dan tidak boros baterai kian meningkat. Gejala tersebut dapat kita lihat dari banyaknya pekerjaan yang dapat kita selesaikan hanya dengan menggunakan smarphone. Mulai dari mengirim dokumen penting melalui email, mengirim pesan singkat, mencari sumber informasi, merekam video maupun audio, hingga kegiatan seputar e-banking dapat kita lakukan melalui smartphone. Sementara itu, berapa kali dalam seharikah kita melakukan pengisian baterai? Berapa kali dalam sehari kah kita mengisi baterai smartphone menggunakan power bank? Dan berapa kali dalam sehari kah kita menggeruti pada diri sendiri bahwa smartphone yang kita pakai boros baterai? Karena berbagai permasalahan yang timbul karena ketidaksempurnaan smartphone yang beredar di pasaran, kini telah muncul penemuan baterai Li-ion dengan pemisah electrospun nonwoven .

Baca Juga  Mengenal Bos Baru Xiaomi dan Sepak Terjang Karir yang Dimilikinya

Ya. Kabar baik datang dari Stanford, Inggris. Sejumlah peneliti dari Universitas Standford telah mengembangkan penemuan baterai Li-ion dengan pemisah electrospun nonwoven . Baterai ini memiliki sifat tahan api. Cara kerja baterai ini adalah dengan menambahkan pemisah electrospun nonwoven  melalui sifat tahan api yang dipicu termal atau nama lainnya baterai dengan de facto pemadam kebakaran built-in, kemungkinan kebakaran dapat dicegah dan suhu yang meningkat akibat kinerja baterai yang berlebihan dapat diredam.

Meski konsep ini bukanlah konsep baru, usaha-usaha sebelumnya telah menghasilkan baterai dengan sistem itu secara signifikan mengurangi kinerja baterai yang berlebihan. Profesor Yi Cui, seorang ilmuwan yang memimpin proyek ini mengatakan baterai temuannya melakukan tugas sama baiknya dengan yang tanpa fireproofing system baru. Baterai Stanford yang dikembangkan oleh teamnya mempekerjakan pemisah serat plastik yang membuat elektro positif dan negatif berjauhan satu sama lain yang ditanamkan dengan senyawa yang disebut triphenyl fosfat. Jika baterai smartphone mencapai suhu 150° Celsius, separator akan mencair dan melepaskan fosfat. Team peneliti dari Stanford University mengklaim bahwa temuannya ini menyelesaikan masalah overheating baterai dan sanggup memadamkan api apa pun dalam waktu 0,4 detik.

Baterai Tahan Api

Kini, teknologi baterai Standford sedang diuji coba oleh beberapa team peneliti agar dapat digunakan pada smartphone. Beberapa perusahaan smartphone ternamapun sudah mulai melirik penemuan ini dan bersiap-siap untuk membeli hak paten penggunaan baterai ini. Kapan baterai itu siap untuk digunakan dalam smartphone hingga saat ini belum dapat diketahui dengan pasti. Yang jelas, kemungkinan Baterai Standford untuk diadopsi sudah ada.

Baca Juga  Cara Facebook Atasi Berita Hoax

Baterai tahan api kini sudah ada. Bagi para pengguna smartphone janganlah khawatir lagi dalam menggunakan smartphone karena kini perusahaan penyedia smartphone sudah memikirkan untuk menggunakan baterai tahan api. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.

Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestShare on Tumblr
Artikel Terkait