Fitur Keamanan Whatsapp Dua Langkah

Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestShare on Tumblr

Fitur Keamanan Whatsapp – Hingga detik ini, kita tidak  bisa memungkiri bahwa aplikasi WhatsApp masih menjadi primadona sebagai aplikasi pesan instan yang digandrungi oleh banyak orang Indonesia. Mulai dari anak usia sekolah dasar bahkan kakek nenek sekalipun, kini menggunakan aplikasi Whatsapp untuk berkomunikasi dengan kerabat maupun keluarga mereka. Beberapa alasan penggunaan Whatsapp diantaranya karena aplikasi tersebut ringkas dan ringan, mudah terhubung dalam jaringan, memiliki fitur yang lengkap dan tidak perlu memiliki ID pengguna membuat Whatsapp memiliki tempat tersendiri di hati para penggunanya.


Aplikasi yang sudah dikenal sejak tahun 2009 ini sebenarnya hanya berawal dengan gagasan sebuah aplikasi digital untuk telepon selular. Ide awal Jan Koum, si pendiri WhatsApp ini adalah memberikan tempat untuk berbagi status seperti “saya sibuk” atau “saya sedang rapat” dengan orang-orang dalam jaringan mereka. Namun sekarang, setelah bertambahnya pengguna, telah banyak fitur-fitur tambahan pula yang selalu dikembangkan oleh WhatsApp demi menambah kepuasan pengguna dalam berkomunikasi.

WhatsApp yang kini lebih banyak dipakai sebagai aplikasi pesan instan, tentunya harus memberikan keamanan bagi penggunanya. Setelah sebelumnya ada kekhawatiran dari pengguna mengenai rumor penjualan data dan privasi pengguna aplikasi ke NSA (National Security Agency), namun semenjak tahun 2014 WhatsApp berani tonjolkan kelebihannya dari sisi keamanan pengguna.

Kini, WhatsApp telah meningkatkan sistem keamanan aplikasi ke level yang lebih tinggi daripada sebelumnya. Teknologi keamanan yang digunakan WhatsApp ini berbasis open source yang dikembangkan oleh perusahaan bernama Open Whisper Systems. Perusahaan ini telah mengembangkan sistem anti peretasan telepon dan pesan lain seperti RedPhone, TextSecure, serta Signal and Flock.

Baca Juga  Proses Teknologi Wireless Charging Baru

Fitur Keamanan Whatsapp

Whisper Systems sendiri adalah perusahaan yang telah diakuisisi oleh Perusahaan Twitter pada tahun 2011. Kemudian proyek open source perusahaan tersebut didesain untuk membuat standar enkripsi yang bisa digunakan untuk membuat pesan lebih rahasia dan juga aman.

Menariknya, WhatsApp memilih metode keamanan enkripsi ‘end-to-end’. Enkripsi end to end ini akan melindungi setiap pesan yang Anda kirim atau terima. WhatsApp pun tidak akan mampu membaca setiap pesan yang dikirimkan oleh pengguna.

Moxie Marlinspike, pendiri Open Whisper Systems mengeluarkan statement, “Enkripsi diaktifkan secara default di WhatsApp, sehingga pengguna tidak perlu repot melakukan apapun untuk membuatnya bekerja, dan WhatsApp tidak akan dapat membaca pesan apapun dari pengguna.”

Meski sistem enkripsi ini diaktifkan secara deflaut di WhatsApp, Anda perlu mengaktifkannya lagi untuk membuat mode keamanan ini bekerja. Bagaimana caranya? Bukalah aplikasi WhatsApp Anda. Pilihlah kontak yang hendak Anda enkripsi end to end, dan viewlah profile kontak tersebut. Di atas kolom status, terdapat pilihan Encryption, lalu klik. Kemudian Anda akan diminta untuk scan barcode orang tersebut.

Kelebihan sistem keamanan ini tidak hanya itu saja. Pesan Anda juga tidak dapat dibaca oleh peretas yang tidak memiliki decryption key Anda. Sistem enkripsi ini akan menutup peluang si peretas melacak pesan Anda secara pribadi. Jika ingin membobol pesan Whatsapp Anda, peretas harus membuka kunci satu per satu. Dengan mode keamanan enkripsi seperti ini tentunya diyakini akan menekan kasus peretasan yang ada di seluruh dunia.

Baca Juga  Beberapa Merk Smartphone Bekas Paling Dicari

Fitur keamanan Whatsapp kini sudah jauh lebih baik daripada sebelumnya. Anda tidak perlu ragu lagi untuk menggunakan WhatsApp hanya karena alasan takut diretas. Selain fitur keamanan yang sudah diperbaharui, kini WhatsApp juga telah menambahkan fitur Video Call untuk memanjakan penggunanya lebih jauh. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.

Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestShare on Tumblr
Artikel Terkait