Hebatnya Teknologi Pembayaran Dengan Scanner Wajah

Perkembangan teknologi kini sudah merambah di berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah aspek ekonomi. Dalam sistem pembayaran, kini muncul inovasi baru yaitu sistem pembayaran dengan scanner wajah. Inovasi di dunia pembayaran ini dikembangkan oleh perusahaan teknologi NEC, dan Samsung di dalam smartphone Samsung Galaxy S8.

Pembayaran dengan Scanner Wajah

Seperti apa sistem pembayaran dengan scanner wajah itu? Dan bagaimana mekanisme penggunaannya?

Perusahaan NEC dari Jepang telah melakukan uji coba untuk sistem baru ini pada ribuan orang pegawai di perusahaan keuangan. Pemindaian wajah digunakan untuk tanda verifikasi pembayaran seperti halnya PIN ketika kita menggunakan kartu kredit.

Sistem pembayaran dengan scanner wajah sendiri dianggap lebih aman daripada PIN. Karena nomor PIN seringkali disalahgunakan oleh beberapa oknum, sementara pemindai wajah tak akan bisa digantikan atau digunakan oleh orang lain.

Jika sistem scan wajah ini nantinya benar-benar akan dilaksanakan, maka akan ada sebuah alat dengan kamera kecil di setiap meja kasir. Setiap kali pembeli melakukan pembayaran, pembeli harus mengkonfirmasi dengan menunjukkan wajah di alat face recognition ini.

Pembayaran dengan scanner wajah pada smartphone Samsung Galaxy S8

Tak hanya perusahaan teknologi informatika NEC saja yang mulai mengembangkan sistem pembayaran dengan scanner wajah. Brand smartphone ternama asal Korea Selatan, Samsung, juga melakukan hal yang sama pada ponsel Samsung Galaxy S8. Ponsel ini memiliki fitur face recognition yang diklaim lebih baik daripada fingerprint scan atau scan iris mata.

Baca Juga  Robotika Dalam Era Teknologi Menjadikan Robot Antarkan Paket

Pembayaran ini dilakukan melalui fitur pembayaran milik Samsung, yaitu Samsung Pay. Dimana Samsung sendiri telah melakukan kerjasama dengan beberapa perusahaan perbankan untuk menjalankan kerjasama pembayaran melalui perangkat mobile.

Cara kerja scanner wajah atau face recognition

Meski penggunaannya belum sebanyak scan sidik jari, scan wajah sebenarnya sudah diterapkan untuk berbagai kepentingan, seperti mesin absensi perkantoran dan sekolah. Namun penerapannya untuk sistem pembayaran sendiri merupakan hal yang masih baru.

Cara kerja mesin scan wajah adalah dengan memindai jarak antar mata, lebar hidung, bentuk tulang pipi, garis rahang, dan lengkung dagu. Data identitas yang telah terpindai akan diolah dan diproses untuk berbagai keperluan.

Kekurangan dan kelebihan scan wajah dibandingkan scan sidik jari (fingerprint scan)

Sebelum adanya face recognition, scan sidik jari sudah lebih dulu populer digunakan oleh masyarakat dan beberapa perusahaan, umumnya digunakan sebagai alat pemeriksa absensi karyawan dan murid sekolah. Beberapa smartphone juga menambahkan fitur scan sidik jari ini untuk pelengkap keamanan.

Namun scan sidik jari ternyata memiliki beberapa kelemahan jika dibandingkan dengan scan wajah. Misalnya ketika sidik jari sulit terbaca oleh mesin scan karena jari yang kotor, serta permukaan mesin scan yang semakin lama semakin tak sensitif karena tumpukan debu atau tergores-gores saat digunakan.

Hal-hal seperti ini tak akan terjadi pada scan wajah. Kamera scan wajah tak pernah tersentuh tangan atau benda-benda lain sehingga tak perlu khawatir jika kamera scan akan tergores dan mempengaruhi kinerjanya. Di sisi lain, scanner wajah tentu juga memiliki kelemahan. Yaitu kepekaan kamera untuk memindai setiap detail pada wajah tak selalu bisa bekerja dengan maksimal.

Baca Juga  Teknologi Kursi Roda dari Printer 3D

Nah, itulah beberapa penjelasan singkat tentang teknologi face recognition dan sistem pembayaran dengan scanner wajah. Bagaimana menurutmu? Meski belum banyak digunakan di Indonesia, apa kamu tertarik untuk mencoba fitur keren ini? Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait