Langkah Mendeteksi Berita Hoax di Indonesia

Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestShare on Tumblr

Langkah Mendeteksi berita Hoax – Apakah Anda tipe orang yang mudah percaya pada seseorang? Gawat! Bisa jadi Anda adalah tipe orang yang mudah sekali termakan oleh berita hoax. Apa sih berita hoax itu dan bagaimana cara mendeteksinya? Dalam artikel ini, kita akan membahasnya.

Langkah Mendeteksi berita Hoax

Berita bohong (hoax) atau fake news  adalah sebuah permasalahan yang kini sedang menjadi perhatian besar di dunia. Berita seperti ini biasanya adalah berita palsu yang dibuat oleh oknum-oknum tertentu untuk mencapai kepentingan kelompok atau golongan tertentu. Sasaran dari berita hoax ini biasanya adalah masyarakat. Dampak dari informasi hoax rupanya lebih besar dari apa yang pernah terpikirkan. Pasalnya berita hoax ini bisa menimbulkan kegaduhan dan perpecahan dalam masyakarakat seperti yang beberapa waktu lalu terjadi di Indonesia. Ambil saja contoh kasus Ahok yang dituding melakukan penistaan agama atau berita hoax di dunia yang sering kali mengabarkan selebritis tertentu telah meninggal dunia padahal tidak.

Langkah Mendeteksi Berita Hoax

Menanggapi berita-berita hoax yang kini menyebar di masyarakat, sebagai konsumen yang cerdas dan tidak mudah tertipu, Anda harus pandai-pandai dalam membedakan mana berita hoax atau bukan. Membedakan mana yang berita hoax dan mana yang bukan sangatlah mudah apabila Anda sudah melek literasi media. Apa itu literasi media? Literasi media adalah kemampuan membaca juga menganalisa suatu media apakah berita yang dia sebar termasuk hoax atau bukan. Langkah-langkah dari literasi media adalah :

Baca Juga  Solusi Bagaimana Cara Menyikapi Berita Hoax

  1. Amati URL-nya

Jika Anda pernah melihat alamat URL yang aneh seperti com.co? Link yang aneh atau typo biasanya tidak dapat dipercayai. Anda perlu mengecek bagian ‘about’ atau ‘contact’. Jika situs tersebut dapat dipercaya, mereka pasti akan mencantumkan alamat redaksi atau kelembagaan resmi mereka.

  1. Periksa Sumber Berita

Anda perlu memperhatikan sumber berita yang sedang Anda baca. Menurut penelitian, media sosial menjadi sarana yang paling banyak digunakan untuk menyebarkan berbagai berita hoax. Media sosial yang paling sering menyebarkan berita hoax adalah facebook. Mudahnya mendaftarkan akun di facebook membuat beberapa orang tidak bertanggung jawab mendaftarkan berbagai akunnya di sosial media. Akun anonim dengan identitas palsu tersebut biasanya menggunakan akun dengan foto perempuan cantik dan menyebarkan berita yang mengandung isu sara. Jika Anda menemukan akun seperti ini, coba periksa info akun tersebut. Bisa jadi itu akun palsu.

  1. Apakah Memancing Emosi?

Biasanya artikel hoax adalah artikel yang memprovokasi. Laporan palsu sering menargetkan emosi dengan klaim aneh atau kata-kata yang tidak patriotik atau bahasa yang hiperbola.

  1. Telusuri Kebenarannya di Google

Apakah Anda pernah melihat foto play victim? Foto play victim adalah foto yang biasanya berisi kesadisan, kesesusahan, dan kesengsaraan untuk menarik perhatian masyarakat. Misal saja beberapa waktu lalu beredar foto Jakarta banjir hingga sedada. Padahal foto tersebut bukanlah foto banjir di Jakarta melainkan foto banjir di daerah lain. Selain itu ada juga foto yang beredar bahwa suatu ormas melakukan acara bakti sosial terhadap korban banjir baru-baru ini. Padahal setelah di telusuri foto tersebut adalah foto beberapa tahun yang lalu.
Nah, jika Anda menemukan foto-foto seperti itu, jangan mudah percaya. Cobalah periksa penelurusan di Google. Jangan-jangan foto itu adalah foto beberapa tahun yang lalu dan tidak mengandung unsur kebenaran.

Baca Juga  Pertumbuhan Kecerdasan Buatan di Dunia E-Commerce

Langkah mendeteksi berita hoak mudah-mudah gampang. Anda hanya perlu meluangkan waktu untuk melakukannya. Bukankah jauh lebih melegakan apabila Anda mendapatkan informasi yang benar adanya daripada dibohongi oleh berita hoax? Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.

Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestShare on Tumblr
Artikel Terkait