Mencegah Penyebaran Informasi Hoax

Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestShare on Tumblr

Penyebaran Informasi Hoax – Beberapa waktu belakangan ini, Indonesia diwarnai oleh berbagai macam informasi hoax atau yang biasa disebut news fake. Informasi hoax ini tentu menjadi sumber masalah karena banyak orang yang percaya. Masyarakat terbelah menjadi dua. Dan kemudian perpecahan terjadi. Jika sudah berakhir seperti ini, yang diuntungkan adalah pihak-pihak yang memiliki kepentingan untuk membodohi masyarakat Indonesia dan juga pihak-pihak yang mencari uang dengan cara menyebarkan informasi hoax.

Tidak bisa dipungkiri, membuat informasi atau berita hoax kini sudah menjadi ladang bisnis bagi sebagian orang. Jumlah uang fantastis yang ditawarkan membuat sebagian orang itu menjadi gelap mata dan memecah belah bangsa Indonesia. Pemerintah tentu saja sudah berupaya untuk mencegah penyebaran informasi hoax tersebut. Tapi, tanggung jawab terbesar untuk mencegah penyebaran informasi hoax tersebut ada pada kita sebagai pengguna internet.

Penyebaran Informasi Hoax

Cara Penyebaran Informasi Hoax

Penyebaran informasi hoax dapat dilakukan dengan berbagai cara. Berikut adalah beberapa cara yang biasa digunakan oleh orang guna menyebar informasi hoax.

  • Youtube

Youtube adalah platform dimana kita dapat menonton video dan juga menjadi creator didalamnya. Siapa saja dapat menonton video dan mengupload video. Oleh karena itulah youtube seringkali menjadi platform bagi orang tidak bertanggung jawab menyebarkan informasi hoax bahkan paham-paham radikalisme. Orang yang tidak memiliki wawasan lebih dan gampang percaya, pasti mudah terperdaya oleh informasi hoax.

  • Website atau Blog
Baca Juga  Alasan Mengapa Banyak Orang Mudah Percaya Berita Hoax di Indonesia

Sekarang telah menjamur blog ataupun website yang berisi informasi hoax dan dikelola oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Website atau blog ini biasanya didanai oleh pihak-pihak yang berkepentingan untuk memecah belah Indonesia.

  • Sosial media

Menurut survey, sosial media menjadi salah satu platform yang paling sering dipakai untuk penyebaran informasi hoax. Facebook adalah salah satu contohnya. Di facebook, kita dapat menemukan banyak page yang menyebarkan kata-kata provokatif, akun kloningan yang hanya dikelola oleh satu orang saja untuk menjelek-jelekkan agama tertentu, akun palsu yang  menggunakan foto perempuan cantik, bahkan akun real yang tidak malu-malu untuk menyebarkan paham radikalisme.

Selain Facebook, aplikasi seperti WhatsApp juga dapat menjadi sumber penyebaran informasi hoax. Biasanya ini sering terjadi dalam group WhatsApp.

  • Spanduk atau Baliho

Spanduk dan baliho yang berada di pinggir jalan sering kali digunakan untuk menyebarkan informasi hoax. Biasanya hal ini dilakukan oleh kelompok-kelompok radikalisme.

  • News Letter

Jika Anda sering menemukan news letter tergeletak di suatu tempat, berhati-hatilah. Karena bisa saja news letter tersebut berisi informasi yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.

  • Forum

Forum atau yang biasanya sering disebut dengan perkumpulan saat ini sudah disusupi oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan informasi yang tidak bertanggung jawab. Jadi hati-hati ya!

Cara Menyikapi Penyebaran Informasi Hoax

Jika Anda menemukan informasi hoax, Anda dapat melaporkan hal tersebut kepada aparat berwajib. Pengguna dapat melakukan screen capture disertai alamat url, dan mengirimkan data atau bukti tersebut ke aduankonten@mail.kominfo.go.id. Kiriman aduan pengguna biasanya akan segera diproses setelah melalui proses verifikasi yang dilakukan oleh pihak kominfo.

Baca Juga  Inilah Spesifikasi Moto Z dan Moto Z Play Smartphone Modular Lenovo


Selain melaporkan kepada aparat yang berwajib, tidak membagikan ulang artikel atau konten yang belum tentu kebenarannya adalah salah satu langkah untuk mencegah berita hoax. Dengan cara ini, Anda dapat menyelamatkan kawan Anda dari informasi hoax.

Penyebaran informasi hoax saat ini sudah meraja lela di Indonesia. Sebagai pengguna internet, tetaplah waspada dan gunakan sosial media secara dewasa. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.

Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestShare on Tumblr
Artikel Terkait