Pemimpin Perusahaan Teknologi Besar Menolak Kebijakan Anti Imigran

Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestShare on Tumblr

Presiden Amerika Serikat yakni Donald Trump akan menetapkan sebuah keputusan yakni kebijakan anti imigran, namun kebijakan ini ditentang oleh sejumlah pengusaha pasalnya kebijakan ini telah menutup perbatasan AS dari sejumlah negara muslim seperti Yaman, Libya, Iran, Sudan, Syiria, dan Iraq, hal ini akan membuat para muslim tidak bisa masuk ke Amerika Serikat dan hal ini akan membuat kerugian para perusahaan teknologi yang membutuhkan tenaga orang muslim. Dan ternyata terdapat 4 Imigran di Amerika Serikat yang menjadi bos Imigran pemimpin perusahaan teknologi besarĀ  dan berikut penjelasannya :

Daftar Nama Imigran Pemimpin Perusahaan Teknologi Besar

  1. Sergey Brin

Pria yang memiliki nama lengkap Sergey Mikhaylovich Brin yang lahir di Moskow tepatnya pada tanggal 21 agustus 1973. Dan kini ia telah menitih karier dengan Larry Page mendirikan google. Dan usahanya pun sukses dengan kini iadipercaya sebagai presiden dari induk usaha google.

imigran pemimpin perusahaan teknologi besar

Beliau lahir dari pasangan Mikhail Brin dengan Yevgenia dari Yahudi Rusia yang ber imigrasi ke Amerika Serikat, beliau ber imigrasi sejak berumur 16 tahun dari Soviet Union. Beliau bertemu dengan istrinya di Stanford University dalam bidang kedokteran. Brin memprotes dan menolak kebijakan anti imigran karena beliau juga seorang imigran pemimpin perusahaan teknologi besar.

  1. Satya Nadella

Pria yang memiliki nama lengkap Satya Naraya Nadella kini telah menyedot perhatian publikpasalnya beliau ditunjuk sebagai pemimpin microsoft. Dan mengenai hal ini beliau mendapat gelar Chief Executive Officer atau CEO microsoft, beliau lahir di Hyderabad, India tepatnya 49 tahun yang lalu.

Baca Juga  Jam Pintar Support Android Versi Terbaru

Kariernya dimulai dari sejak beliau lulus dari Manipal Institute Of Technology pada tahun 1988, kemudian beliau melanjutkan pendidikannya ke Amerika Serikat dan karena kegigihannya beliau mendapat gelar MBA dari University of Chicago Booth School of Business dan dianggap sebagai almamaterilmu komputer di University Of Wisconsin- Milwaukee. Beliau menolak kebijakan anti imigran karena sebenarnya keberadaan imigran memiliki dampak positif bagi dunia.

  1. Jan Koum

Pengusaha CEO WhatsApp yang lahir di Kyiv pada 24 februari 1976 dan tumbuh di Fastiv, beliau merupakan imigran dari Ukraina. Jan Koum memutuskan untuk pindah ke Mauntain View, California, Amerika Serikat pada 1992 bersama ibu dan neneknya. Kehidupan Jan Koum sangat memprihatinkan sekali terbukti dengan pengakuan bahwa untuk makan saja beliau harus menunggu kupon makanan gratis, sangat memprihatinkan kan.

Namun beliau tidak patah semangat dan terus berusaha menciptakan sebuah inspirasi dan hasilnya pun sangat memuaskan, dia membuat aplikasi whatsApp yang mampu menyedot perhatian para pengguna sosmed dan kini aplikasi ini berada dibawah facebook. Beliau menanggapi kebijakan anti imigran karena keberadaanya sebagai imigran sangat berpotensi meningkatkan ekonomi dunia.

  1. Sundar Pichai

Pria yang menjabat sebagai Chief Executive Officer atau CEO google ini lahir di Madurai, Tamil Nadu, India. Sundar Pichai lulus dari Indian Institute Of Technology Kharagpur dan melanjutkan ke Stanford University dan bekerja di AS. Beliau menolak kebijakan anti imigran karena hal ini dapat menghambat masuknya para orang bertalenta tinggi masuk ke Amerika Serikat.

Baca Juga  Berikut 3 Game Yang Diprediksi Akan Populer di 2017

Demikian info tentang beberapa tokoh besar yang menolak kebijakan ini dan semoga masalah ini dapat terselesaikan. Selain sebagai kepentingan pribadi para Imigran pemimpin perusahaan teknologi besar ini juga memikirkan nasib pegawai-pegawai mereka yang diantara ribuan pegawainya juga adalah sosok imigran di Amerika Serikat.

Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestShare on Tumblr
Artikel Terkait