Perkembangan Teknologi Baterai Smartphone

Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestShare on Tumblr

Perkembangan teknologi baterai tidak pernah lepas dari perkembangan ponsel maupun smartphone dari waktu ke waktu. Semakin canggih ponsel atau smartphone, semakin berkembang pula teknologi baterai. Jika Anda adalah pengguna ponsel sejak tahun 90-an, tentunya Anda dapat mengingat betul bagaimana kemampuan baterai ponsel pada waktu itu dan bisa membandingkan perkembangan teknologi baterai seiring berjalannya waktu. Dalam artikel ini, kita akan membahas perkembangan teknologi baterai seiring berjalannya waktu.


Perkembangan Baterai Smartphone Sampai yang Tercanggih

Baterai NiCd
Baterai Nicad atau Baterai Nickel Cadmium adalah baterai yang memiliki keunggulan seperti lebih awet, ringan, charging efisien, dan hambatan internal yang kecil sehingga tegangannya stabil Dalam penggunaan sehari-hari, baterai NiCad ini bisa diadu dengan baterai alkalin.

Baterai NiMH
Baterai NiMh atau Baterai Nickel-Metal Hydride adalah baterai yang 2-3 kali lebih besar dibandingkan NiCad, dan memory effect. Contoh ponsel yang menggunakan baterai jenis ini adalah Nokia 2110, Nokia 3110, Siemens C11, Motorola D520.

Lithium-ion (Li-ion)
Baterai ini paling banyak digunakan untuk perangkat elektronik karena rasio energi dan berat paling baik serta bisa di-charge kapan saja. Bentuk sangat fleksibel dan ringan. Ditemukan pertama kali tahuan 1960 di Bell dan memiliki kurangan antara lain umur pakainya tergantung dari lama pembuatan dan frekuensi pengisian daya.

Lithium-Polymer (Li-Po)
 Mulai digunakan untuk perangkat elektronik sejak tahun 1996 dan lebih tahan terhadap kerusakan fisik. Contoh ponsel yag menggunakan baterai ini adalah Samsung SGH-Z170.

Baca Juga  Cek 4 Cara Mudah Untuk Mengatasi Kecanduan Pada Smartphone

Perkembangan Teknologi Baterai

Baterai Original & Non Original

Istilah baterai Original dan non-original ini umum diperkenalkan dikalangan pedagang. Baterai original (ori) adalah baterai yang dikeluarkan vendor ponsel untuk ponsel tipe tertentu. Baterai ini memiliki kode yang menunjukkan informasi asal pabrik serta tahun pembuatannya. Sedangkan baterai non original (non-ori) adalah baterai yang dibuat oleh pihak lain yang tidak memiliki hubungan dengan produsen ponsel. Produsen baterai non-original hanya membuat baterai dengan ukuran, kapasitas dan jenis yang cocok dengan ponsel tertentu. Karena itu, biasanya baterai non-original lebih banyak ditemukan pada merek ponsel yang laris seperti Nokia pada jamannya.

Baterai Masa Depan
Sudah bukan rahasia lagi jika energi yang ada saat ini belum mampu mengakomodir kebutuhan energi yang terus meningkat seiring berjalannya waktu. Li-ion yang banyak digunakan hanya bisa memberikan daya sekitar 2 sampai 4 jam pada laptop, atau sekitar 8 jam talktime –waktu bicara- pada ponsel. Kondisi ini tentunya tidak sebanding dengan kemajuan teknologi informasi yang berkembang dengan cepat, seperti video call pada teknologi 3G/4G ataupun Video Graphic Adapter (VGA) di komputer yang semakin haus daya.

Hingga saat ini, para ilmuwan terus melakukan penelitian demi mendapatkan teknologi yang lebih efektif dan juga efisien. Pengembangan baterai sebenarnya tidak hanya sebatas pada ponsel saja namun juga pada laptop dan juga perangkat lainnya. Harapannya  teknologi baterai terbaru dapat dipakai pada semua perangkat yang ada saat ini. Salah satu contohnya adalah teknologi baterai dengan fuel cell.

Baca Juga  Mengenal Bos Baru Xiaomi dan Sepak Terjang Karir yang Dimilikinya

Saat ini ada baterai fuel cell yang dinamakan micro fuel cell yang memiliki fungsi sebagai sumber energi perangkat elektronik pada ponsel dan komputer serta perangkat lainnya yang membutuhkan bentuk baterai lebih kecil dengan kekuatan yang tidak terlalu besar. Salah satu bentuk micro fuel cell yang berhasil dikembangkan saat ini adalah baterai buatan Samsung yang mampu membuat laptop bekerja selama 10 jam nonstop tanpa recharging.

Perkembangan teknologi baterai selalu berjalan berdampingan dengan kemunculan teknologi yang ada pada masanya. Tidak menutup kemungkinan setelah fuel cell ini, akan muncul baterai baru yang dapat digunakan lebih dari 24 jam tanpa pengisian ulang. Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda.

Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestShare on Tumblr
Artikel Terkait