Software Keamanan Terbaru Sebagai Sistem Blokir Twitter

Twitter dikenal sebagai salah satu media komunikasi untuk berkomunikasi di dunia maya yang banyak digunakan oleh pengguna internet dunia. Pengguna twitter di dunia sendiri cukup tinggi namun masih dibawah Facebook. Karena memiliki pengguna yang sangat banyak inilah tidak salah apabila sistem blokir twitter terus diperbaharui untuk menghindari berbagai hal yang seharusnya tidak di posting di Twitter. Hal ini mengingatkan kepada kita bahwa saat ini ada banyak kemungkinan penyelewengan akun twitter yang digunakan oleh pengguna twitter dunia. Dengan adanya pembentukan sistem terbaru blokir ini sendiri, Twitter berperan aktif untuk mengurangi berbagai unsur teror yang nantinya akan dilakukan oleh pengguna Twitter. Unsur teror ini sendiri dilakukan dengan cara memblokir akun yang terbukti telah melakukan penyelewengan tadi.

Penggunaan Sistem Blokir Twitter

Untuk pengurangan resiko yang semakin hari semakin bertambah tersebut, Twitter terus memberikan kemajuan untuk meningkatkan berbagai sistem keamananan yang dimilikinya. Sistem keamanan ini berfokus pada isi konten yang memuat adanya provokasi, penipuan politik yang dilakukan oleh beberapa oknum, sistem terorisme yang merajalela dan berbagai unsur kebencian yang saat ini marak disebarkan di semua alat komunikasi dunia maya. Salah satu cara twitter untuk menuntas semua itu adalah dengan menggunakan berbagai software yang bekerja secara khusus. Software ini sendiri bekerja dengan cara melacak berbagai konten yang memiliki isi berbahaya. Twitter lebih mengandalkan adanya software ini sendiri dibandingkan menunggu berbagai laporan yang berasal dari pengguna twiter maupun pemerintah di suatu negara.

Baca Juga  Fitur Keamanan Whatsapp Dua Langkah

Berdasarkan laporan tahunan yang diberikan oleh Transparency Report, pihak Twitter sendiri telah mengaku bahwa ada 377.000 akun yang sudah mereka blokir selama paruh kedua tahun 2017. Atau setidaknya ada 63.000 ribu akun yang sudah diblokir per bulannya. Akun yang diblokir tersebut, merupakan akun-akun yang mengandung adanya unsur kekerasan dan juga teror. Yang mana jumlah pemblokiran tersebut meningkat dari jumlah tahun sebelumnya.

Sistem blokir terbaru yang sudah diterapkan oleh Twitter ini sendiri tidak lepas dari adanya tekanan yang dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat dan juga beberapa negara Eropa lainnya. Penekanan tersebut mereka fokuskan pada situs atau akun yang menyebarkan berbagai berita radikal serta adanya kekerasan didalamnya. Bukan hanya itu saja, pihak twitter juga sempat mengungkapkan adanya peningkatan permintaan yang berasal dari pemerintah tadi untuk pemblokiran berbagai berita media serta LSM. Yang mana kedua unsur akun ini menjadi bagian terpenting penyebaran dan bertambahnya kekerasan di dunia. Dari berbagai negara dunia, Negara Turki merupakan negara yang paling banyak meminta Twitter untuk memblokir berbagai berita yang ada unsur perlawanan kepada pemerintah yang berkuasa.

Pada tahun 2016 lalu, pihak twitter menyebutkan bahwa meneima adanya 88 permintaan yang berasal dari pengadilan dan juga instansi pemerintah untuk melakukan pemblokiran berbagai konten media. Bukan hanya itu saja, twitter juga menyebutkan bahwa 77 permintaan tadi berasal dari Negara Turki. Tambahan saja, Turki juga telah melakukan pendakwaan terhadap ribuan orang, salah satunya wartawan yang pada Juli 2016 lalu melakukan percobaan kudeta untuk menggulingkan pemerintah yang berkuasa saat itu.

Baca Juga  Tips Agar Layar Smartphone Tidak Mudah Tergores

Twitter menyebutkan dengan bantuan sistem blokir twitter terbarunya, Twitter tidak menggubris semua permintaan pemblokiran tersebut, kecuali permintaan yang berasal dari Turki dan juga Jerman. Twitter telah memblokir setidaknya 15 kicauan dan hasilnya 14 akun tadi menuruti permintaan dari pengadilan.

Artikel Terkait