Tahukah Anda, Bagaimana Penggunaan Ponsel di Korea Utara

Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestShare on Tumblr

Penggunaan Ponsel di Korea Utara Korea Utara. Negara pimpinan Kim Jong Un yang terkenal lantaran perseteruannya dengan Korea Selatan ini memang negara yang sangat tertutup. Terlebih dalam hal penggunaan teknologi. Penggunaan teknologi di negara ini sangat dibatasi, termasuk penggunaan ponsel di Korea Utara yang sangat dibatasi. Jika di Indonesia ponsel menjadi barang yang “biasa saja”, maka di Korea Utara ponsel menjadi barang langka. Mencari ponsel di Korea Utara mungkin ibarat mencari jarum di antara tumpukan jerami, karena sangat minimnya jumlah orang yang memilikinya. Hanya orang beruang saja yang memiliki ponsel.

penggunaan ponsel di korea utara

Penggunaan Ponsel di Korea Utara : Satu dari Sepuluh

Di Korea Utara sebenarnya telah terdapat PC dan akses internet yang akhirnya mendukung munculnya ponsel pintar atau smartphone. Namun penggunaannya masih jarang. Karena minimnya penggunaan ponsel di Korea Utara, maka perbandingan antara yang memiliki ponsel dan tidak memilikinya adalah satu berbanding sepuluh. Artinya, hanya ada satu dari sepuluh orang yang memiliki ponsel. Namun meskipun memiliki ponsel, mereka tidak bisa menelepon ke luar negeri.

Korea Utara memiliki dua operator telekomunikasi, yakni Koryolink dan Byol. Operator utamanya adalah Koryolink, namun kabarnya, Byol akan segera bergabung dengan Koryolink yang diawasi ketat oleh pemerintah itu. Operator utama Korea Utara, yaitu Koryolink tidak membolehkan adanya panggilan internasional, walau pun banyak penduduk yang tinggal di dekat perbatasan mendapatkan kartu SIM dari anggota keluarga yang kabur dengan menyeberangi perbatasan. Meski pun demikian, pemerintah memberlakukan peraturan yang super ketat terkait hal ini. Siapa pun yang ketahuan memakai kartu SIM dari luar, ia akan ditangkap saat itu juga.

Baca Juga  Cara Sembunyikan Stories Instagram dari Follower

Selain ponsel, Korea Utara juga memiliki tablet dan PC atau personal computer, namun lagi-lagi, hanya bisa dimiliki oleh orang yang kaya. Di sana terdapat tablet bermerek The Woolim, tablet itu adalah buatan Tiongkok, dan jika dirupiahkan harga jualnya mencapai kurang lebih Rp 3,5 juta. Di Korea Utara, tentu hanya orang kaya saja yang bisa membeli tablet dengan harga sebanyak itu. Terkait dengan personal computer (PC), mahasiswa tetap bisa menggunakannya meski harus ke Universitas Pyongyang terlebih dahulu. Selain itu, penggunaan komputer juga diperbolehkan di warnet dan sekolah, namun tetap dengan pengawasan yang ketat. Karena penggunaan personal computer (PC) sangat dibatasi, akhirnya nasib flashdisk pun berakhir di fashion item.

Jika ponsel dan gadget dibatasi penggunaannya hanya untuk orang kaya, lalu bagaimana dengan akses internet di Korea Utara? Di Korea Utara mereka yang bolehmenggunakan akses internet hanyalah penguasa dan beberappa warga negara asing. Sementara itu, mereka yang tidak diberi izin untuk mengakses internet, mereka menggunkan internet internal Korea Utara yang bernama Kwangmyong. Kwangmyong benar – benar tertutup dari dunia luar dan hampir semua situsnya adalah milik lembaga pemerintah.

Warga Korea utara juga cukup banyak yang mempunyai televisi. Namun meski begitu, siaran yang bisa ditonton sangat terbatas, hanya program – program yang diproduksi stasiun TV Korea Utara saja yang boleh ditonton, yang mana channel – channel tersebut kebanyakan berisi berita propaganda dari pemerintah.

Baca Juga  Berbagai Deretan Smartphone Yang Sudah Menggunakan Android Nougat

Nah, informasi di atas cukup menjelaskan gambaran tentang penggunaan ponsel di Korea Utara, kan? Tidak ada yang tahu secara pasti mengapa Korea Utara menerapkan kebijakan yang sebegitunya kepada warganya. Namun sikap negara yang sangat tertutup menjadi salah satu alasan kuatnya, Korea Utara tidak ingin terpengaruh oleh negara-negara lain di dunia.

Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestShare on Tumblr
Artikel Terkait