Tips Charge Baterai Ponsel Baru

Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestShare on Tumblr

Tips charge baterai ponsel adalah petunjuk benar dalam mengecharge smart phone. Smartphone yang bisa digunakan untuk membantu mengerjakan banyak hal mulai dari berkomunikasi dengan teman, mengecek e-mail, membaca berita, merekam video dan memotret, membaca e-book, mendengarkan musik, media penyimpanan hingga aktivitas dengan berbagai media sosial dan pesan instan tentunya membutuhkan sumber energi yang besar. Sayangnya dengan berbagai fungsi tersebut, umur baterai masih menjadi masalah.

Tips Charge Baterai Ponsel
Rata-rata smartphone saat ini memiliki waktu pakai 4 hingga 5 jam pemakaian jika digunakan secara terus menerus. Tentu saja waktu tersebut tidak cukup untuk menemani aktivitas pemiliknya seharian. Oleh karena itu dibutuhkan beberapa langkah yang benar untuk mengecharge ponsel agar awet. Berikut adalah beberapa tips meng-charge smartphone yang  benar agar baterai bisa berumur panjang.

Langsung ke soket listrik

Menghubungkan baterai smartphone dengan charger melalui soket listrik adalah cara yang paling dianjurkan. Walau saat ini diperkenalkan berbagai metode pengisian ulang baterai secara nirkabel, metode tersebut menghasilkan panas yang tidak baik untuk kelangsungan hidup baterai. Metode menghubungkan charger dengan soket listrik dinilai lebih cepat dan aman jika dibanding menghubungkan smartphone dengan USB komputer atau laptop menggunakan kabel data atau charger.

Hindari tempat yang panas


Hindarkan smartphone Anda dari tempat yang panas seperti di dashboard mobil, di bawah kaca depan mobil, di atas TV dan di tempat panas lainnya walau smartphone dalam keadaan mati sekali pun. Karena, panas yang dipaparkan bisa merusak baterai smartphone Anda. Baterai litium yang kini banyak digunakan pada smartphone  idealnya di simpan di dalam suhu 15 derajat celsius. Suhu ekstrem yang bisa ditangani oleh smartphone berkisar antara minus 40 derajat hingga 50 derajat celsius.

Baca Juga  Ini Cara Membedakan Wifi Gratis Yang Aman dan Tidak

Jangan biarkan habis total


Banyak sumber yang mengatakan bahwa sebaiknya baterai smartphone  dibiarkan habis terlebih dahulu sebelum menge-charge nya kembali. Hal itu memang benar adanya. Tetapi hal itu hanya berlaku untuk baterai dengan bahan nikel yang saat ini sudah banyak ditinggalkan. Saran seperti itu saat ini sudah tidak relevan lagi karena smartphone-smartphone modern saat ini sudah banyak yang menggunakan baterai berbahan litium-ion dimana cara perawatannya pun juga berbeda dari baterai berbahan nikel.

Baterai smartphone sebaiknya dijaga agar daya yang tersimpan di dalamnya tetap di atas 50 persen atau minimal 20 persen. Meski demikian, sesekali daya baterai smartphone Anda juga perlu dikuras hingga habis sekali dalam sebulan untuk keperluan kalibrasi.

Jangan “di-charge” semalaman suntuk

Kebiasaan membiarkan baterai terhubung dengan charger semalaman sembari ditinggal tidur  ternyata tidak baik. Walau beberapa jenis charger bisa memutus arus listrik jika daya sudah terisi 100 persen, membiarkan baterai smartphone selalu berada dalam kondisi 100 persen terisi juga bukan hal yang bisa dibenarkan.

Mengisi baterai sebentar hingga terisi penuh secara berkali-kali malahan lebih baik untuk kesehatan baterai dibandingkan dengan membiarkannya dalam kondisi nol persen atau 100 persen secara terus-menerus.

Baterai smartphone yang kini berbahan litium juga rawan jika dibiarkan sering kehabisan daya karena baterai tersebut juga memiliki komponen yang dapat digunakan untuk merusak baterai sendiri untuk mencegah agar baterai smartphone tidak meledak. Walau tidak terjadi tiap hari, pengguna wajib waspada dalam menggunakan smartphone.

Baca Juga  Inilah 5 Kamera Mirrorless Terbaik Dengan Harga Yang Terjangkau

Tips charge baterai ponsel yang baik adalah mengecharge baterai sesuai anjuran di atas. Oleh sebab itu, ubahlah kebiasaan buruk mengecharge baterai smartphone Anda dan jagalah kelangsunga hidup baterai.

Bagikan:Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on LinkedInPin on PinterestShare on Tumblr
Artikel Terkait